24 NEWS
Cegah Bullying dan Edukasi Perlindungan Diri, SD Muhammadiyah 24 Surabaya Gelar Pesantren Karakter “Become True Moslem”
Dalam upaya membina karakter siswa yang tangguh, berakhlak mulia, dan tanggap terhadap lingkungan sekitar, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan Pesantren Karakter pada Jumat hingga Sabtu, 28–29 Agustus 2026. Mengusung tema “Become True Moslem”, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 140 siswa-siswi kelas 5 dan 6.
Salah satu fokus utama pada sesi pembekalan hari pertama adalah materi edukatif bertajuk "Aku Berharga, Aku Berani, Aku Bisa Melindungi Diri" yang dibawakan oleh psikolog pendidikan dan perkembangan anak, Novian Sulandhari, M.Psi., Psikolog (Bunda Vian). Dalam pemaparannya, beliau menegaskan perbedaan mendasar antara konflik biasa dan bullying:
- Kekuatan & Sikap: Konflik terjadi antara pihak berkeahlian/kekuatan setara dan diiringi penyesalan, sedangkan bullying memanfaatkan ketidakseimbangan kekuatan secara sengaja tanpa rasa penyesalan.
- Frekuensi: Konflik terjadi sesekali, sementara bullying berupa tindakan negatif yang dilakukan secara berulang.
Bunda Vian memaparkan empat faktor utama yang menyebabkan seseorang rentan menjadi sasaran bullying, yaitu dibully karena berbeda (fisik), lemah (kurang percaya diri), melawan (dianggap ancaman bagi pelaku), serta hebat (adanya rasa iri terhadap anak yang pintar, berbakat, atau populer). Selain itu, beliau merincikan empat jenis bullying yang perlu diwaspadai: verbal (ejekan, makian), fisik (pukulan, dorongan), sosial (pengucilan, penyebaran rumor), dan cyberbullying.
Isu keselamatan fisik juga menjadi sorotan tajam, terutama kebiasaan bercanda menarik kursi saat teman hendak duduk. "Bercanda yang berlebihan seperti menarik kursi itu bukan hal yang lucu, melainkan tindakan berbahaya. Ketika kursi ditarik, tubuh kehilangan penopang sehingga berisiko fatal mencederai tulang ekor, punggung/saraf, hingga terbenturnya kepala. Seorang True Moslem pasti saling menjaga, bukan celaka," tegasnya.
Siswa juga dibekali materi perlindungan diri, baik secara fisik maupun digital:
- Perlindungan Area Privat: Menjaga bagian tubuh sensitif seperti bibir, dada, perut & alat kelamin, serta pantat agar tidak disentuh orang lain.
- Keamanan Dunia Digital: Kewaspadaan terhadap cyberbullying, ancaman predator online (OCSEA/grooming), menjaga data pribadi, serta memperhatikan jejak digital yang tidak bisa dihapus.
Untuk mencegah perundungan, siswa diajak aktif membantu teman yang menjadi korban, bersikap tenang, berani menolak (say no), serta melapor kepada guru atau orang tua. Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 24 Surabaya berharap seluruh siswa tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga aktif menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Penulis : Nurhayati