SD Muhammadiyah 24 Surabaya Ajarkan Etika Digital dan Adab Berteman Lewat Pesantren Karakter

24 NEWS

SD Muhammadiyah 24 Surabaya Ajarkan Etika Digital dan Adab Berteman Lewat Pesantren Karakter

Responsive image
Siswa Sekolah Karakter Aktif dan Antusias Mengikuti Materi Kedua Pesantren Karakter
Norma  /  31 Aug 2026

Pesantren Karakter kelas 5 dan 6 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (28–29/08/2026), menjadi momentum penting bagi 140-an peserta untuk memperdalam adab dan akhlak Islam di era digital. Kegiatan pembiasaan karakter bertema “Become True Moslem” ini membekali para siswa dengan kesadaran berinteraksi, baik secara langsung di dunia nyata maupun melalui ruang digital.

Pada sesi materi kedua, Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Ustadzah Norma Setyaningrum, M.Pd., turun langsung memberikan pembekalan mendalam bertajuk "Adabku Cermin Diriku: Bijak Bermedia Sosial dan Berteman".

Mengingat tingginya intensitas anak-anak generasi sekarang dengan gadget dan berbagai platform media sosial seperti Instagram, TikTok, WhatsApp, hingga YouTube, Ustadzah Norma menyoroti pentingnya menjaga etika pertemanan serta perilaku saat bermedia sosial. Untuk membentuk kebiasaan digital yang sehat, beliau memaparkan enam pilar utama bijak bermedia sosial yang harus dipegang teguh oleh setiap siswa. Pertama, siswa diimbau membatasi durasi penggunaan gadget maksimal 1 hingga 2 jam per hari. Kedua, pentingnya menjaga konten dengan selalu melindungi privasi diri sendiri maupun orang lain. Ketiga, berhati-hati dalam berkomentar dengan sadar hukum serta menghindari segala bentuk ujaran kebencian. Keempat, membiasakan prinsip share yang bertanggung jawab melalui slogan "saring sebelum sharing". Kelima, senantiasa menanamkan rasa care dengan menjaga etika dan sopan santun dalam setiap interaksi digital.

Metode THINK Before You Click

Sebagai panduan praktis sebelum mengunggah, membagikan (share), atau memberi komentar di media sosial, Ustadzah Norma mengenalkan metode THINK (Think Before You Click):

  • T (True?): Benarkah? Dari mana sumber informasi ini?
  • H (Harmful?): Apakah postingan/komentar ini bisa menyakiti seseorang?
  • I (Important?): Memang perlu untuk dibagikan?
  • N (Needed?): Apa manfaat atau kegunaannya?
  • K (Kind?): Apakah cara dan bahasanya sudah baik/santun?

Adab Berteman dalam Islam

Tidak hanya etika digital, pembekalan ini juga menyentuh adab berteman di dunia nyata. Ustadzah Norma mengingatkan pesan Rasulullah SAW melalui Hadis Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi mengenai pentingnya memilih teman dekat, sebab “Seseorang itu mengikuti agama teman dekatnya.” Beliau juga mengutip HR Bukhari tentang perumpamaan teman yang baik layaknya penjual minyak wangi dan teman yang buruk seperti pandai besi.

Siswa diajak untuk tidak membeda-bedakan fisik teman, sebagaimana keteladanan para sahabat Nabi seperti Julaibib RA—sahabat berwajah mulia yang dicintai Rasulullah SAW dan dirindukan bidadari surga.

Pesan Kunci & Komitmen Diri

Di akhir sesi refleksi diri, Ustadzah Norma menyampaikan pesan kunci yang menjadi komitmen bersama seluruh siswa:

"Di dunia nyata, jaga lisan. Di dunia maya, jaga jempol. Di mana pun berada, jaga adab kita."

Melalui pembekalan ini, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya berharap para siswa mampu menjadi pribadi yang bijak bermedia sosial, santun dalam berteman, serta konsisten mencerminkan karakter True Moslem sejati.

Penulis : Nurhayati